Rabu, 03 Februari 2010

Nguyahan dan Ngobaran


Liburan kali ini sebenarnya punya banyak rencana. Tapi yang direncanakan malah ga jadi dan yang ga direncanakan malah jadi. Kalau ga diajakin temen mungkin ga bakalan jauh-jauh maen ke pantai Gunungkidul. Sudah jauh-jauh hari dari kemaren ada temen yang pengen ke pantai, entah obsesi atau apalah saya tidak tahu. Tiap ketemu pasti ngajak ke pantai. Semula dia ngajak ke pantai tanggal 30 Januari kemaren tapi gara-gara ada salah satu teman yang ga bisa akhirnya berangkat tanggal 2 Februari kemaren.

Sehari sebelumnya seharusnya saya dapet sms tentang jadi enggaknya besok ke pantai. Karena saya tidak dapat sms, saya pikir tidak jadi. Tapi pagi-pagi tiba-tiba ditelepon.
teman : "nengndi kowe..?"
saya : " neng omah, lha kowe nengndi?"
teman : "sumvit (read: 'sumber vitamin' warung burjo langganan kami) tak ampiri wae kowe, sisan titip motor yo...
saya: " wo.. yoh.. ok.."
teman : " sip.."
(kurang lebih seperti itu percakapannya..)

Setelah berkumpul di rumah kami berangkat 8 orang 4 motor. Kami berdelapan asal menuju arah Wonosari Gunungkidul dan belum menentukan mau ke pantai mana. Pokoke waton Gunungkidul pasti pantainya bagus-bagus. Akhirnya melajulah 4 motor tanpa tujuan yang jelas. Sudah sampai Wonosari belum juga ada tujuan mau kemana. Setelah sampai jalan baron saya ingat pernah baca-baca di internet tentang Pantai Ngrenehan. Karena yang lain cuma manut-manut saja, akhirnya diputuskan sepihak oleh saya untuk menuju Ngrenehan.

Letak Ngrenehan berada di barat-nya Pantai Baron. Jadi sebelum Baron belok kanan terus ikutin jalan aja. Jalan menuju Pantai Ngrenehan sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi plakat-plakat penunjuk arah-nya tidak ada di beberapa belokan. Alhasil kami harus beberapa kali berhenti untuk menanyakan jalan.

Setelah berkendara cukup lama menempuh jarak berkilo-kilometer akhirnya kami sampai di loket retribusi. Di situ kami ditarik uang Rp 3.000,00 per motor. Pada dinding loket retribusi di situ tertempel sebuah peta pariwisata Gunungkidul dan saya bertanya sedikit tentang pantai di daerah Ngrenehan ini. Kata bapak penjaga loketnya di barat Pantai Ngrenehan ada pantai Ngobaran dan Nguyahan. Yang membuat saya tertarik Pantai Nguyahan ini, karena tidak dituliskan di peta, entah karena apa saya tidak tahu. Kata bapaknya Nguyahan ini bagus pasirnya wiyar (jawa : luas).

Setelah cukup bertanya pada Pak penjaga loket, dan setelah cukup menunggu teman saya yang habis pipis kami melanjutkan perjalanan menuju Ngrenehan. Setelah sampai disana kami agak bingung karena tidak ada tempat parkir motor. Ini mungkin karena Pantai Ngrenehan ini bukan untuk tujuan wisata tapi untuk kegiatan nelayan karena banyak kapal nelayan disitu. Pantai-nya memang bagus tapi bau amis, hhe. Di pantai tersebut terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan warung-warung kecil. Kami ditawari ikan oleh ibu-ibu yang ada di warung, tapi karena belum lapar kami tolak tawaran ibu-ibu itu.

Karena merasa kurang nyaman dan ga pewe kami memutuskan untuk pindah ke barat-nya Ngrenehan yaitu Ngobaran dan Nguyahan. Sesampainya di Ngobaran kami disuguhi hamparan laut yang luas dan tebing-tebing karang yang kokoh. Kami berhenti dan duduk-duduk di pinggiran tebing. Pantai Ngobaran memang tidak seperti pantai-pantai biasanya. Pantai Ngobaran didominasi oleh bebatuan karang di pinggirnya, pasirnya cuma ada sedikit dibawah. Yang membuat Ngobaran spesial yaitu di pinggiran pantai menghadap laut terdapan semacam pura(saya bilang semacam karena saya tidak tahu pastinya itu bangunan apa) dan patung-patung dalam penokohan Ramayana. Yang saya tahu ada patung kethek seperti anoman tapi karena patungnya warnanya hitam saya tidak tahu kethek apa, patung ganesha, dan patung-patung yang lain. Yang paling mencolok yaitu ada patung Garuda Wisnu Kencana yang menghadap ke arah laut. Di bawah patung GWK itu terdapat anak-anak tangga yang menuju ke suatu tempat. Saya pikir ada patung-patung lagi di ujung tangga itu. Setelah saya ikuti ternyata tidak ada, ternyata itu tempat untuk bersemedi atau bersembahyang atau apa saya kurang mengerti. Di tempat itu ada wadah untuk membakar dupa dan kemenyan, dan tempat itu mengadap ke laut. Pasti betah yang bersemedi di situ, pemandangannya keren banget soalnya dari tempat itu.

Setelah dari Ngobaran kai menuju ke Nguyahan. Nguyahan ternyata cuma beberapa puluh meter dari Ngobaran. Berbeda dengan Ngobaran, Nguyahan mempunyai pasir yang luas dari timur sampai barat. Kanan dan kiri pantai diapit oleh tebing karang. Di tengahnya ada pepohonan, beberapa rumah yang tidak tahu ada yang tinggal atau tidak dan gubug kecil yang enak buat santai-santai. Karena tempat parkirnya tidak jelas kami asal parkir saja di situ di tempat yang semperti parkiran. Seperti pantai-pantai lain di Gunungkidul di pinggiran Nguyahan dijadikan tempat tinggal biota-biota laut yang lucu-lucu dari kerang, keong, landak laut, bintang laut, kepiting, ikan-ikan kecil, dan lain-lain. Yang menyenangkan di Nguyahan yaitu pantainya sepi, mungkin karena tidak banyak yang tahu.

Segini dulu deh saya cerita... sudah capek nulisnya..

nb: buat yang mau Ngobaran atau Nguyahan hati-hati karena disana ada orang gila yang kata orang sekitar sekeluarganya juga gila semua. Orang gila tsb suka kasar dan minta duit sembarangan. Salahsatu korbannya kami.

berikut foto-fotonya:




Photobucket
menuju tempat semedi

Photobucket
pasir putih nan luas di Nguyahan

Photobucket
warga sekitar mencari keong

Photobucket
patung Garuda Wisnu Kencana menghadap laut

Photobucket
patung- patung

Photobucket
lokasi pantai Nguyahan

2 komentar:

  1. O.o
    moso sih di ngrenehan ada yang jualan? gag ada penitipan motor??
    setahuku dlu aku kesana udah ada kok. .
    Nguyahan itu. . Ngrenehan turun bukit itu bukan. . ?
    yg ada gubug kecilnya? O.o

    BalasHapus
  2. Ngrenehan banyak nelayannya pud, pantainya bau amis..

    BalasHapus