Kamis, 30 Desember 2010

DIKLAT 32 THA WANAGAMA INDONESIA


Satu beban amanah tanggung jawab besar saya akhirnya lepas. Tapi masih belum ringan kaki ini melangkah sebab masih banyak amanah-amanah lain. Saya yakin bisa!

Tak sia-sia tenaga yang dikeluarkan, tak sia-sia keringat yang dicucurkan.

Arep omong opo, bingung !!! Intinya saya sangat lega sekali karena Diklat 32 THA sudah selesai dengan gembira gegap gempita. Saya selaku ketua dan korlap pada diklat ini menyatakan beribu-ribu terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut  membantu dan berpartisipasi atas kelancaran dan kesuksesan acara. Terimakasih kami ucapkan kepada:
1. Tuhan YME
2. Teman-teman pendiklat (THA 34)
3. Para eks THA, (THA angkatan 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33) maaf tidak bisa disebutkan satu-satu namanya.
4. Pendamping diklat (THA 35 dan 36)
5. Panitia diklat (THA 37)
6. Diklater (THA 38)

Untuk THA 38, Selamat datang di keluarga besar Teladan Hiking Association. 

wasalam.

Sabtu, 25 Desember 2010

Baluran Reefcovery 2

Liburan sambil penelitian, atau penelitian sambil liburan? Sama saja lah. . hahaha

5-12 Desember 2010

Ini pengalaman kedua saya menyelam menikmati indahnya alam bahari nusantara. Sungguh kerennya karang-karang warna warni, ikan lucu-lucu, dan beningnya laut, jelas sangat berbeda sekali dengan kenikmatan alam yang saya dapat selama 4 tahun terakhir. Dulu saya hanya bisa menikmati indahnya langit di puncak, semilir anginnya, damai suasananya, dingin malamnya, teriknya sang surya yang ada di dataran tinggi yang indah yang orang-orang sering menyebutnya gunung. Namun bukan saya tidak suka lagi ke gunung, hanya saja ternyata selain indah yang saya rasakan di sana ternyata dunia di bawah laut tak kalah indahnya. Sungguh kebesaran Tuhan menciptakan dunia ini dengan segala keindahanNya.

Pengalaman pertama saya melakukan penelitian penyelaman yang sangat jauh sekali menyimpang dengan konsentrasi perkuliahan saya. Saya hanya seorang mahasiswa Elektronika Instrumentasi yang 'kebetulan' bergabung menjadi salahsatu anggota Unit Selam UGM dan kebetulan juga menjadi salah satu pengambil data pada saat kegiatan ReefCovery 2. What a great 'kebetulan'...

@Baluran

Taman Nasional Baluran terletak di perbatasan Situbondo-Banyuwangi Jawa Timur. Info lebih lanjut klik http://www.balurannationalpark.web.id/?mod=product&cmd=product_list&catid=4

Sebelum berangkat ke Baluran, seperti biasa ada ceremonial pelepasan bersama teman-teman dan senior dari US (Unit Selam) UGM, yang diakhiri dengan yel-yel khas kami..US UGM WOIIYYYOOO..!! Perjalanan dari Jogja-Baluran memakan waktu 10 jam dengan bus. Dan di sepanjang perjalanan kami lalui dengan ketawa ketiwi sana sini.

.. sampai Baluran

Dari pintu gerbang Baluran menuju pantai memakan waktu 1,5 jam menggunakan roda 4. Untuk menuju pantai kami harus melewati hutan dengan pemandangan yang sangat 'wow' keren sekali menurut saya. Sepanjang perjalanan disuguhi pohon-pohon besar, burung-burung yang bermacam-macam, dan satu hal yang membuat saya sangat (apa ya bingung mengungkapannya, antara takjub, excited gitu lah..excited artinya apa ya...?? zzz). Merak. Di sana-sini banyak merak berkeliaran, bahkan ada merak yang seenaknya menyebrang jalan tidak di zebra cross, karena tak ada zebra di sana (lho.?). Pengalaman yang sungguh berkesan karena ini kali pertama saya masuk hutan dan melihat banyak satwa-satwa yang tidak biasanya.
Setelah keluar dari hutan belantara, kami tiba di Bekol . Di sana terdapat padang savana yang sangat-sangat luas. Banyak populasi kijang yang hidup bergerombol. Setelah mampir di Bekol kami lanjut perjalanan menuju pantai Bama, disitulah nanti kami menginap untuk 4 hari kedepan.

Selanjutnya biar foto yang bercerita..
Adit lagi pasang transect

lagi ngambil data


bintang laut biru

lion fish

ga tau namanya hehe, kayaknya sea cucumber

ikan ikan ikan

coral-nya rapet banget, mantap

wow wow

Adit & me

si Rangga maenan kano

Ini dia team pengambil data ReefCovery 2 (dari kanan : Punto, Adi, Agung, Hida, Dimas, Dita, Wira, Senthid, Rangga, Adit18, Erma(ga ikut foto) )


Pak marwan's Boat

Dan semoga Pantai Bama T.N Baluran tetap indah dan terjaga kelestariannya sampai selama-lamanya. amien.

bye.

Senin, 06 Desember 2010

kamera kokang #2

Ini lanjutan dari post kemarin,

foto-foto ini diambil dengan nikon slr fm2, film : lucky color

si bebek ulang tahun

pengungsi kecil di posko purnabudaya UGM

posko logistik purna pudaya UGM

bebek kayu di rumah

foto dulu sebelum makan
menuju kolam  :p

bersih bersih bersama
Sekian foto-foto amatiran dari saya.

Kamis, 18 November 2010

kamera kokang

Akhir-akhir ini saya tas saya sedikit tambah berat, karena kemana-mana saya bawa kamera, bukan kamera pocket yang kecil dan ringan tapi kamera analog SLR. Dimulai dari kamera canon canonet warisan bapak saya yang ternyata dulu seorang tukang foto manten(pengantin), saya tertarik menekuni hobi baru saya ini yang saya sebut fotografi kamera kokang(soalnya kalau moto harus dikokang dulu). Sedari kecil saya tahu kalau bapak punya kamera analog, tapi dulu saya belum tertarik sama begituan. Karena saya akhirnya tertarik, saya tanya bapak apakah masih fungsi kameranya, melihat kamera yang beberapa sparepart pada lensa yang sudah hilang dan viewfindernya yang sudah burem tidak tahu karena jamur atau kenapa, bapak menyuruh saya untuk dicoba saja diisi film. Lalu saya sempatkan beli film satu roll dengan harga Rp 12.500,- dan saya mulai foto sana foto sini.

Ini hasil foto (amatiran :p ) saya dengan kamera canonet, film : lucky color

kaki saya di sungai pinggir hutan wanagama
motor alifi, satria penjelajah hutan

survey diklat di wanagama, yang motret : adist

si vidy

si icha danisha dan ibunya

berpelukan vidy dan danisha

bapakku dan ibuku lagi pacaran :D
itu sebagian dari hasil jepretan saya. Silakan kalau mau dipuji atau dicaci maki, hehehe.
Salah satu quote yang selalu saya ingat,  "Apa yang dibutuhkan ntuk berjalan sampai ribuan kilometer?, yaitu satu langkah pertama" . Ini awal langkah say dalam perfotografian, saya harap langkah saya bisa mencapai ribuan, jutaan bahkan milyaran kilometer. Hahaha, amin...

to be continued in #2...
bye

Rabu, 17 November 2010

modif d-pad n gage qd !

Salam n-gagers...
Saya adalah salah satu pengguna n-gage qd. Bosan dengan bentuk n-gage yang gitu-gitu aja, saya coba modifikasi tombol d-pad pada n-gage qd saya.

Langsung aja nih.





Alat dan bahan adalah sbb :
1. d-pad n gage
2. analog joystik bekas (jangan beli yang baru)
    Kalau ada cari yang besarnya lebih kecil dari lubang d-pad pada casing n-gage. Kalau memakai analog stick PS, nanti d-pad dan chasing tidak bisa dicopot karena analog PS lebih besar dari lubang casing. Disini saya tidak menggunakan analog stik PS.
3. amplas.
4. lem alteco
5. cutter / gunting

cara pasang:

1. Copot analog dari stick lalu potong dengan cutter atau gunting. Potong sampai ukuran yang diinginkan, boleh panjang atau pendek, tergantung selera. Bagian bawah di-amplas sampai rata.
2. Copot d-pad dari n-gage lalu di-amplas sampai rata. Pada saat mengamplas jangan sampai terlalu tipis agar nanti tidak mudah nyangkut saat sudah dipasang.
3. d-pad yang sudah diamplas dan analog disatukan dengan lem alteco.
hasilnya seperti ini :



4. Pasang d-pad modifikasi ke n-gage.

enjoy your n-gage d-pad mod !!!





ini tutorial modifikasi yang sangat gampang dengan hasil yang memuaskan (bagi saya, semoga anda juga begitu).

salam n gagers.

Kamis, 14 Oktober 2010

Kode Etik Pecinta Alam Indonesia


Kode etik pecinta alam Indonesia dicetuskan dalam kegiatanGladian Nasional Pecinta Alam IV yang dilaksanakan di Pulau Kahyangan dan Tana Toraja pada bulan Januari 1974. Gladian yang diselenggarakan oleh Badan Kerja sama Club Antarmaja pencinta Alam se-Ujung Pandang ini diikuti oleh 44 perhimpunan pecinta alam se Indonesia.

Kode etik pecinta alam Indonesia ini, sampai saat ini masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di seluruh Indonesia.

Bunyi dari kode etik pecinta alam Indonesia adalah sebagai berikut:

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat
Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan
tanah air

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagian
dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah yang Mahakuasa

Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran
menyatakan :

  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam
    sesuai dengan kebutuhannya
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat
    sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam
    sesuai dengan azas pecinta alam
  6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan
    pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air
  7. Selesai

Disyahkan bersama dalam
Gladian Nasional ke-4
Ujung Pandang, 1974

Kamis, 04 Februari 2010

Merapi pagi pagi

Habis gelap terbitlah terang. Pagi yang cerah. Terbangun gara-gara suasana sudah berbeda. Malam yang gelap berubah pagi yang terang benderang. Menyenangkan sekali. Semoga pagi ini secerah masa depanku kelak. Amin.

Pagi ini tak seperti pagi-pagi yang lain. Ya, tidak seperti pagi yang lain. Hari ini hari pertama melihat si Merapi di umurku ke-19.

Makasih ya Merapi,
senang melihatmu hari ini dari jendela kamarku.
Makasih ya Merapi,
aku tahu kamu au bilang selamat ulang tahun buat aku.
hahahha...

Seharusnya aku ada di atasmu hari ini Pi.
Sabar ya Pi, besok kapan-kapan aku ke situ. Ke puncakmu. Puncak yang selalu kurindukan.
Dan yang selalu mengintip dari jendela kamarku.

hha..
Saya suka Merapi
Saya suka Puncaknya
Saya suka Pasar bubrahnya, New selo-nya, jalan berbatu-nya, jalan berdebu-nya, mie rebus telor plus sawi-nya, basecamp-nya.
Saya suka semua
Saya juga suka jendela kamar saya...

Rabu, 03 Februari 2010

Nguyahan dan Ngobaran


Liburan kali ini sebenarnya punya banyak rencana. Tapi yang direncanakan malah ga jadi dan yang ga direncanakan malah jadi. Kalau ga diajakin temen mungkin ga bakalan jauh-jauh maen ke pantai Gunungkidul. Sudah jauh-jauh hari dari kemaren ada temen yang pengen ke pantai, entah obsesi atau apalah saya tidak tahu. Tiap ketemu pasti ngajak ke pantai. Semula dia ngajak ke pantai tanggal 30 Januari kemaren tapi gara-gara ada salah satu teman yang ga bisa akhirnya berangkat tanggal 2 Februari kemaren.

Sehari sebelumnya seharusnya saya dapet sms tentang jadi enggaknya besok ke pantai. Karena saya tidak dapat sms, saya pikir tidak jadi. Tapi pagi-pagi tiba-tiba ditelepon.
teman : "nengndi kowe..?"
saya : " neng omah, lha kowe nengndi?"
teman : "sumvit (read: 'sumber vitamin' warung burjo langganan kami) tak ampiri wae kowe, sisan titip motor yo...
saya: " wo.. yoh.. ok.."
teman : " sip.."
(kurang lebih seperti itu percakapannya..)

Setelah berkumpul di rumah kami berangkat 8 orang 4 motor. Kami berdelapan asal menuju arah Wonosari Gunungkidul dan belum menentukan mau ke pantai mana. Pokoke waton Gunungkidul pasti pantainya bagus-bagus. Akhirnya melajulah 4 motor tanpa tujuan yang jelas. Sudah sampai Wonosari belum juga ada tujuan mau kemana. Setelah sampai jalan baron saya ingat pernah baca-baca di internet tentang Pantai Ngrenehan. Karena yang lain cuma manut-manut saja, akhirnya diputuskan sepihak oleh saya untuk menuju Ngrenehan.

Letak Ngrenehan berada di barat-nya Pantai Baron. Jadi sebelum Baron belok kanan terus ikutin jalan aja. Jalan menuju Pantai Ngrenehan sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi plakat-plakat penunjuk arah-nya tidak ada di beberapa belokan. Alhasil kami harus beberapa kali berhenti untuk menanyakan jalan.

Setelah berkendara cukup lama menempuh jarak berkilo-kilometer akhirnya kami sampai di loket retribusi. Di situ kami ditarik uang Rp 3.000,00 per motor. Pada dinding loket retribusi di situ tertempel sebuah peta pariwisata Gunungkidul dan saya bertanya sedikit tentang pantai di daerah Ngrenehan ini. Kata bapak penjaga loketnya di barat Pantai Ngrenehan ada pantai Ngobaran dan Nguyahan. Yang membuat saya tertarik Pantai Nguyahan ini, karena tidak dituliskan di peta, entah karena apa saya tidak tahu. Kata bapaknya Nguyahan ini bagus pasirnya wiyar (jawa : luas).

Setelah cukup bertanya pada Pak penjaga loket, dan setelah cukup menunggu teman saya yang habis pipis kami melanjutkan perjalanan menuju Ngrenehan. Setelah sampai disana kami agak bingung karena tidak ada tempat parkir motor. Ini mungkin karena Pantai Ngrenehan ini bukan untuk tujuan wisata tapi untuk kegiatan nelayan karena banyak kapal nelayan disitu. Pantai-nya memang bagus tapi bau amis, hhe. Di pantai tersebut terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan warung-warung kecil. Kami ditawari ikan oleh ibu-ibu yang ada di warung, tapi karena belum lapar kami tolak tawaran ibu-ibu itu.

Karena merasa kurang nyaman dan ga pewe kami memutuskan untuk pindah ke barat-nya Ngrenehan yaitu Ngobaran dan Nguyahan. Sesampainya di Ngobaran kami disuguhi hamparan laut yang luas dan tebing-tebing karang yang kokoh. Kami berhenti dan duduk-duduk di pinggiran tebing. Pantai Ngobaran memang tidak seperti pantai-pantai biasanya. Pantai Ngobaran didominasi oleh bebatuan karang di pinggirnya, pasirnya cuma ada sedikit dibawah. Yang membuat Ngobaran spesial yaitu di pinggiran pantai menghadap laut terdapan semacam pura(saya bilang semacam karena saya tidak tahu pastinya itu bangunan apa) dan patung-patung dalam penokohan Ramayana. Yang saya tahu ada patung kethek seperti anoman tapi karena patungnya warnanya hitam saya tidak tahu kethek apa, patung ganesha, dan patung-patung yang lain. Yang paling mencolok yaitu ada patung Garuda Wisnu Kencana yang menghadap ke arah laut. Di bawah patung GWK itu terdapat anak-anak tangga yang menuju ke suatu tempat. Saya pikir ada patung-patung lagi di ujung tangga itu. Setelah saya ikuti ternyata tidak ada, ternyata itu tempat untuk bersemedi atau bersembahyang atau apa saya kurang mengerti. Di tempat itu ada wadah untuk membakar dupa dan kemenyan, dan tempat itu mengadap ke laut. Pasti betah yang bersemedi di situ, pemandangannya keren banget soalnya dari tempat itu.

Setelah dari Ngobaran kai menuju ke Nguyahan. Nguyahan ternyata cuma beberapa puluh meter dari Ngobaran. Berbeda dengan Ngobaran, Nguyahan mempunyai pasir yang luas dari timur sampai barat. Kanan dan kiri pantai diapit oleh tebing karang. Di tengahnya ada pepohonan, beberapa rumah yang tidak tahu ada yang tinggal atau tidak dan gubug kecil yang enak buat santai-santai. Karena tempat parkirnya tidak jelas kami asal parkir saja di situ di tempat yang semperti parkiran. Seperti pantai-pantai lain di Gunungkidul di pinggiran Nguyahan dijadikan tempat tinggal biota-biota laut yang lucu-lucu dari kerang, keong, landak laut, bintang laut, kepiting, ikan-ikan kecil, dan lain-lain. Yang menyenangkan di Nguyahan yaitu pantainya sepi, mungkin karena tidak banyak yang tahu.

Segini dulu deh saya cerita... sudah capek nulisnya..

nb: buat yang mau Ngobaran atau Nguyahan hati-hati karena disana ada orang gila yang kata orang sekitar sekeluarganya juga gila semua. Orang gila tsb suka kasar dan minta duit sembarangan. Salahsatu korbannya kami.

berikut foto-fotonya:




Photobucket
menuju tempat semedi

Photobucket
pasir putih nan luas di Nguyahan

Photobucket
warga sekitar mencari keong

Photobucket
patung Garuda Wisnu Kencana menghadap laut

Photobucket
patung- patung

Photobucket
lokasi pantai Nguyahan

Selasa, 12 Januari 2010

peresmian

tanggal berapa ya ini?
oiya ..
12 januari 2010 jam 23.27 daripada pikiran melayang yang bukan-bukan, coba ah bikin blog. pengen tau saya apa asiknya ngeblog.
hahahhahaha

yoi coy..
tanpa tujuan yang jelas dan ke arah mana nanti blog ini atau hanya menjadi blog sampah yang terbengkalai dan tidak terurus(liat aja besok-besok deh) saya resmikan blog ini menjadi blog pribadi milik saya.

set set kres(pura-puranya potong pita)

hore..